Kejaksaan Negeri Tolitoli menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2025. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Kejari Tolitoli, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di halaman kantor Kejari Tolitoli.
Upacara tetap berjalan lancar dengan penuh khidmat. Dr. Albertinus P. Napitupulu, S.H., M.H., selaku pemimpin upacara, diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tolitoli, Sugandi, S.H., M.H.
Komandan upacara kali ini dipercayakan kepada Dwi Resti Prabandari, S.H., yang merupakan Kasubsi Intelijen II Kejaksaan Negeri Tolitoli. Dengan semangat dan penuh tanggung jawab, Dwi Resti memimpin jalannya upacara dengan tertib, dimulai dari penghormatan kepada bendera merah putih, hingga pembacaan teks Pancasila yang dilakukan oleh seluruh peserta upacara.
Acara ini juga dihadiri oleh seluruh pegawai Kejari Tolitoli, yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian upacara, serta merenungkan makna dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara.

Dalam sambutannya, Kasi Intelijen Kejari Tolitoli, Sugandi, S.H., M.H., menyampaikan pentingnya memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak hanya sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, tetapi juga sebagai landasan dalam menjalankan tugas negara, khususnya bagi jajaran kejaksaan dalam mewujudkan keadilan dan kepastian hukum.
Upacara ini diakhiri dengan doa bersama, yang diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Tolitoli untuk terus mengabdi dengan integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya untuk bangsa dan negara.
Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan semakin memperteguh rasa nasionalisme dan kesadaran akan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap warga negara Indonesia.
Rabu, 25 April 2024 Bertempat di Aula Kantor Kejari Tolitoli , telah selesai dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan @sultanbantilan_airport yang dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Albertinus P. Napitupulu S.H,M.H beserta seksi Perdata & Tata Usaha Negara Kejari Tolitoli,
Kamis, 26 April 2024 Bertempat di Aula Kantor Kejari Tolitoli , telah selesai dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama @plntolitoli yang dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Albertinus P. Napitupulu S.H,M.H beserta seksi Perdata & Tata Usaha Negara Kejari Tolitoli,
Kamis, 25 April 2024 Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Albertinus P. Napitupulu S.H,M.H beserta Para Kasi mengikuti Pembukaan Musrenbang Kejaksaan Republik Indonesia 2024 secara Daring
Presiden pertama yang mengunjungi Tolitoli adalah Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Kedatangannya pada Rabu, 27 Maret 2024, di Bandar Udara Sultan Bantilan Tolitoli disambut dengan tarian adat setempat. Turut hadir dalam sambutan tersebut Kapolres Tolitoli Bpk Bambang, Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya, Dandim 1305 BT Letkol Inf. Dedi Akhiruddin, Danlanal Tolitoli Bapak Musa, dan Kajari Tolitoli Albertinus Napitupulu S.H, M.H.
Selama kunjungan ke Kompleks Pergudangan Bulog Kalangkangan di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, Presiden Jokowi menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat. Dia memastikan bahwa penerima manfaat telah menerima bantuan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret, serta mengumumkan bahwa distribusi akan berlanjut untuk tiga bulan berikutnya.
“Ini untuk yang 10 kilo Januari sudah diterima? Februari sudah? Maret sudah, kan sudah diterima. Nanti akan dilanjutkan April, Mei, Juni. Setuju?” ujar Presiden Jokowi yang dijawab masyarakat yang hadir dengan setuju.
Presiden menegaskan komitmennya untuk melanjutkan bantuan ini, tergantung pada ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia berharap program ini bisa berlanjut hingga akhir tahun, namun dengan menyatakan, “Saya akan berusaha, tapi saya enggak janji.”
Alasan pemberian bantuan beras, menurut Presiden, adalah karena harga beras yang sedikit naik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di banyak negara lain. Dengan menyebutkan bahwa beberapa negara mengalami kekurangan pangan, Presiden ingin menekankan bahwa Indonesia masih dalam posisi yang relatif baik dengan stok beras di Bulog yang mencapai 1,2 juta ton.
“Saya kalau ke daerah kalau datang ke gudang Bulog, pasti saya cek. Kalau terjadi masalah, saya akan segera perintahkan untuk segera stoknya mencukupi,” tuturnya.
Penerima manfaat seperti Yeyen dan Maryani merasa bersyukur atas bantuan pangan dari pemerintah. Mereka berharap program bantuan ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Presiden Jokowi dalam mengawal ketahanan pangan nasional dan mendukung masyarakat yang memerlukan bantuan. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, dan Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya.
Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Tolitoli telah sukses menggelar acara inspiratif yang disebut “Jaksa Masuk Sekolah (JMS)” di SMA Negeri 3 Tolitoli. Acara yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen, Bhirawa Bhissawab, S.H., M.H., ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang hukum kepada seluruh siswa. Dengan mengusung slogan “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman Sejak Dini,” kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan hukum, tetapi juga mencoba merangsang kesadaran siswa akan pentingnya mengikuti aturan hukum dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini merupakan langkah proaktif dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat.
Acara “Jaksa Masuk Sekolah” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk pemahaman siswa tentang hukum serta mendorong mereka untuk menjadi warga yang taat pada aturan. Dengan berfokus pada edukasi hukum sejak dini, Kejaksaan Negeri Tolitoli berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berbudaya hukum di wilayah ini. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang inspirasi bagi siswa untuk lebih memahami peran penting kejaksaan dalam menjaga keadilan dan ketertiban dalam masyarakat.